|
Pernah pada tahu khan acara Termehek-mehek yang disiarkan TransTV tiap akhir pekan (hari Sabtu dan Minggu) itu? Itu merupakan salah satu acara favorit saya, selain kartun Spongebob itu tentunya hehehe... Termehek-mehek merupakan program acara dengan rating share tertinggi dalam bidang reallity show. Tercatat juga pernah menjuarai Panasonic Award kemarin pada bidang yang sama. Nah, satu hal yang perlu dipertanyakan, Apakah Termehek-mehek ini benar2 reallity show? Sudah ada beberapa sumber yang dapat mengidikasikan bahwa acara tersebut adalah hanya sekedar skenario belaka.
Termehek Mehek adalah sebuah drama reality show di Trans TV. Acara ini menceritakan seseorang yang meminta dicarikan orang dikasihi dan disayanginya yang tiba-tiba hilang atau telah lama hilang kepada kru Trans TV. Acara ini disiarkan oleh Trans TV sejak tanggal 3 Mei 2008. Acara ini dibawakan oleh Mandala Abadi Soji dan Panda sebagai pembawa acara.
Termehek Mehek merupakan salah satu reality show dengan rating tertinggi. Namun menurut penelitian yang dilakukan Lembaga Studi Media Ampera, Termehek Mehek adalah salah satu reality show yang direkayasa. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Termehek_Mehek Berikut beberapa kejangggalan yang menjadi pemberatan apakah acara ini benar2 reallity show: 1. Cara gampang untuk mengenali bahwa ini adalah rekayasa yaitu kamu perhatikan aja kualitas suara yang jernih ketika terjadi percakapan antara host, client dan target. Kalau memang si target benar-benar tidak tahu sebagaimana ekspresi mukanya yang seringkali berakting bingung ketika didatangi host, maka seharusnya kualitas suara mereka tidak sejernih yang kita dengar di TV. Kejernihan suara itu karena memang adanya chip untuk mikrofon yang biasanya dipasang di baju. Nah loh…
2. Kalau kamu jeli, ada wajah tokoh pada acara termehek-mehek yang juga sedang bermain sinetron meskipun hanya sebagai tokoh figuran. Lagipula, bila acara ini menyajikan kejadian sebenarnya, apa ada orang yang rela aibnya ditampilkan sedemikian rupa di TV? Kan sudah mendapat persetujuan dari semua pihak, mungkin itu kilahmu. Namanya juga dramatisasi Non, pastilah acara ini dihadirkan agar seolah-olah semuanya terlihat real. 3. Hampir di setiap episode Termehek-mehek wajah-wajah orang yang terlibat dalam kasus ditampilkan jelas. Padahal seringkali kemunculan mereka dalam keadaan yang cukup pribadi (lagi marah-marah, atau jelas-jelas minta identitasnya dirahasiakan). Kok setelah acara itu tayang beberapa episode nggak pernah kedengeran adanya tuntutan 'pencemaran nama baik' ke pihak TransTV? Atau kalaupun kebetulan mereka semua belum melek hukum, sebegitu beranikah TransTV mengambil resiko kena tuntut dengan membiarkan kamera menyorot para tokoh di luar ijin mereka? Belum lagi ada 2 episode yang saya tonton di mana pembawa acaranya nyelonong masuk ke wilayah rumah orang tanpa ijin. Ini bisa jadi kasus perdata, lho! Dan masih banyak lagi yang bisa mejelaskan bahwa acara ini adalah palsu belaka. Tuntutan deadline mungkin menjadi pertimbangan crew Termehek-mehek dalam menyajikan jalan cerita tentang pencarian seseorang yang sudah lama tidak bertemu. Ini tidak memungkinkan untuk mengejar masa deadline itu untuk mencari benar2 secara fakta, karena jika acara yang berdasarkan fakta sungguh sangat sulit mengejar keberhasilan dalam setiap skenarionya. Belum lagi tingkat keberhasilannya yang mungkin masih dipertanyakan. Ada juga sebuah blog yang mengupas bahwa acara ini adalah pembodohan massal. Yang seharusnya sangat disayangkan hal ini berada di tengah masyarakat, pada masa prime time pula! Sebelumnya saya pribadi sih, percaya kalau Termehek-mehek adalah sebuah reallity show yang unik. Yang menuntut remaja2 sekolah menutup buku belajar mereka, menuntut ibu2 rumah tangga untuk meninggalkan aktifitas di dapurnya, dll. Sampai kemarin mendapati tayangan Termehek-mehek yang sungguh2 di luar pemahaman saya. Ada suatu skenario dimana seorang cewek mencari seorang cowok yang juga pacarnya untuk "dibantu" crew Termehek-mehek dalam mencarinya. Yang membuat saya heran, ternyata setelah sosok Dito ini ketemu, yang tidak lain adalah temen yang sering main kesini. Entah siapa, lupa aku namanya. Yang jelas yang berperan sebagai Dito adalah teman sini yang dengar2 lagi ada di Jakarta. Sementara menurut versi Termehek-mehek, lokasi pencarian Dito ada di Madura, hufff...! Ya sutralah, jika benar Termehek-mehek ini bukan relallity show, mengapa harus membodohi masyarakat? apakah kita sebagai orang yang mendambakan sebuah hiburan harus diperlakukan secara sepihak? Gak tahulah, yang jelas jangan langsung men-judge sebuah acara televisi tanpa memperdulikan aspek2 lain didalamnya. Tapi, terlepas reallity show atau bukan. Saya masih sering nonton acara ini. Bagi saya, masih ada hikmah dibalik rentetan skenario yang ada di Termehek-mehek. Bagaimana menurut Anda? Sumber referensi: - http://mbot.multiply.com/journal/item/483
- http://jurmansyah.net/index.php/Buletin-Studia/Termehek-mehek-Rekayasa.php
- http://bennythegreat.wordpress.com/2009/02/09/termehek2-dan-pembodohan-massal/
|