Suwahadi.Net

Joomla Freelance Web Design and Development

Domain Expired...
Blogging
Thursday, 14 May 2009 02:52
Hufff..., nggak tahu nih. Domain2 yang masih saya kelola secara kebetulan (atau mungkin lebih tepatnya kesalahan) expired bareng2 pada bulan2 ini. Mungkin jika menginginkan untuk me-manage lebih tepat, harusnya me-register domain tidak berbondong-bondong bareng biar nggak jatuh tempoh-nya juga bareng2, hahaha...
 
Beberapa domain akhirnya harus rela saya lepas ke publik. Sebenarnya nyesel juga, tapi berhubung budget-nya belum ada, jadi ya terpaksa direlakan. Hiks...
 
Bisa dijadikan sebuah pengalaman berharga bahwa bagi saya pengelolaan domain akan lebih bagus jika tidak register dalam waktu yang sama. Atau mungkin ada yang bilang, justru akan lebih baik jika di-register bersamaan? Entahlah. Saya masih belajar dari pengalaman saya sendiri. Tapi tentunya kalo bicara register domain, saya lakukan di tempat registrar yang sama. Lebih mudah dalam peng-organisasian-nya. Satu atap lah...
 
Termasuk pula domain untuk blog ini yang sempat expired beberapa hari yang lalu, sebelum akhirnya bisa online juga kemarin. Ya sutralah, nasi sudah menjadi aking. Yang penting aktivitas ngeblog harus tetap jalan, hehehe... Laughing
 
Bagaimana dengan Anda? Apakah pernah terpaksa merelakan domain tercinta Anda?
 
PR Telah Kembali...
Joomla
Thursday, 30 April 2009 02:48

Setelah kemarin, blog saya yang tercinta ini migrasi ke Joomla 1.5, terjadi banyak perubahan berkaitan dengan system dan hal2 lain yang tentu lebih baik dari core versi terdahulu (termasuk dari sisi backend-nya).

Kalau bicara migrasi core Joomla, tentu ada sebuah konsekuensi dari apa yang terjadi dalam sebuah blog. Bagaimana menurut perhitungan matematis, migrasi akan melahirkan blog ke masa2 awal. Tentu ini sangat tidak diharapkan bagi blogger2 kebanyakan secara umum. Apalagi bagi mereka2 yang berkiprah dalam dunia online market, migrasi Joomla (dan mungkin untuk CMS system yang lain) akan berdampak pada penurunan nilai pagerank, alexa rank, dan lain-lain. Tentu seperti yang saya singgung tadi, migrasi ibaratnya kembali ke masa bayi yang baru lahir.

Setelah melakukan migrasi, hal yang saya khawatirkan memang benar2 terjadi. Blog ini langsung drop ke pagerank 1 (yang sebelumnya PR=2). Sementara hal lainnya adalah mengenai backlink core Joomla versi 1.0.x yang sudah lama ke index oleh Google Search. Misalnya untuk URL yang lama blog saya ini seperti ini: http://www.suwahadi.net/content/view/118/ (yang saya kira itu adalah kelemahan dari 1.0.x yang tidak bagus dalam hal SEF). Dan sementara untuk 1.5, sudah ada system standar yang lebih bagus dalam penerapan hal tersebut. Misal dalam blog ini akan menjadi: http://www.suwahadi.net/apa-saja/asalkan-kau-bahagia-bersamanya.html.

Ternyata keputusan saya untuk migrasi tidak salah, Google otomatis melihat sebuah URL redirection ke URL baru, sehingga apabila pengunjung blog ini meng-klik atau mengetikkan URL lama, hal yang terjadi adalah langsung me-redirect ke URL yang baru. Tentu ini sebuah keuntungan bahwa yang menjadi kekhawatiran saya (bahwa akan terjadi 404 not found) tidak terjadi. FYI, saya menggunakan 3rd party untuk component Joomla SEF.

Dan sampai tulisan ini di-publish, blog ini sudah berada pada posisi PR=2. Duh senangnya, hehehe...

Meski sebenarnya hal  seperti ini tidak mempengaruhi, namun sedikit banyak sudah menjadi kebanggaan bagi saya sendiri sebagai seorang blogger junior, *haiah...*

Saya juga berharap semoga pada akhirnya alexa rank lekas kembali...  Smile

Akhirnya, bagi rekan2 Joomlaers (yang masih setia dengan core 1.0.x) segeralah migrasi ke Joomla 1.5 !

  Resah...
Puisi
Wednesday, 29 April 2009 05:11

 

Resah...

Hanya resah

Jika menatap sinar mentari

Seperti ada dua puluh gunung yang menghalangi pandangan

 

Resah...

Hanya resah

Jika menatap sinar rembulan malam

Tak kutemukan kedamaian dari nurani

 

Dan resah...

Hanya resah

Tatkala terbangun dari mimpi2 ini

Bayangan esok hari tak kunjung aku temui

 

Lalu dimana saya esok hari?

Bukankah harus ada mimpi

Dari kamuflase yang terjadi hari ini

Dalam lelah dan sepi, aku mencari bayangan esok...

  Termehek-Mehek, Is Not AReallity Show?
Apa Saja
Sunday, 26 April 2009 04:29
Pernah pada tahu khan acara Termehek-mehek yang disiarkan TransTV tiap akhir pekan (hari Sabtu dan Minggu) itu? Itu merupakan salah satu acara favorit saya, selain kartun Spongebob itu tentunya hehehe... Termehek-mehek merupakan program acara  dengan rating share tertinggi dalam bidang reallity show. Tercatat juga pernah menjuarai Panasonic Award kemarin pada bidang yang sama.
 
Nah, satu hal yang perlu dipertanyakan, Apakah Termehek-mehek ini benar2 reallity show?
Sudah ada beberapa sumber yang dapat mengidikasikan bahwa acara tersebut adalah hanya sekedar skenario belaka.

Termehek Mehek adalah sebuah drama reality show di Trans TV. Acara ini menceritakan seseorang yang meminta dicarikan orang dikasihi dan disayanginya yang tiba-tiba hilang atau telah lama hilang kepada kru Trans TV. Acara ini disiarkan oleh Trans TV sejak tanggal 3 Mei 2008. Acara ini dibawakan oleh Mandala Abadi Soji dan Panda sebagai pembawa acara.

Termehek Mehek merupakan salah satu reality show dengan rating tertinggi. Namun menurut penelitian yang dilakukan Lembaga Studi Media Ampera, Termehek Mehek adalah salah satu reality show yang direkayasa.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Termehek_Mehek
 
Berikut beberapa kejangggalan yang menjadi pemberatan apakah acara ini benar2 reallity show:
 
1. Cara gampang untuk mengenali bahwa ini adalah rekayasa yaitu kamu perhatikan aja kualitas suara yang jernih ketika terjadi percakapan antara host, client dan target. Kalau memang si target benar-benar tidak tahu sebagaimana ekspresi mukanya yang seringkali berakting bingung ketika didatangi host, maka seharusnya kualitas suara mereka tidak sejernih yang kita dengar di TV. Kejernihan suara itu karena memang adanya chip untuk mikrofon yang biasanya dipasang di baju. Nah loh…

2. Kalau kamu jeli, ada wajah tokoh pada acara termehek-mehek yang juga sedang bermain sinetron meskipun hanya sebagai tokoh figuran. Lagipula, bila acara ini menyajikan kejadian sebenarnya, apa ada orang yang rela aibnya ditampilkan sedemikian rupa di TV? Kan sudah mendapat persetujuan dari semua pihak, mungkin itu kilahmu. Namanya juga dramatisasi Non, pastilah acara ini dihadirkan agar seolah-olah semuanya terlihat real. 
 
3. Hampir di setiap episode Termehek-mehek wajah-wajah orang yang terlibat dalam kasus ditampilkan jelas. Padahal seringkali kemunculan mereka dalam keadaan yang cukup pribadi (lagi marah-marah, atau jelas-jelas minta identitasnya dirahasiakan). Kok setelah acara itu tayang beberapa episode nggak pernah kedengeran adanya tuntutan 'pencemaran nama baik' ke pihak TransTV? Atau kalaupun kebetulan mereka semua belum melek hukum, sebegitu beranikah TransTV mengambil resiko kena tuntut dengan membiarkan kamera menyorot para tokoh di luar ijin mereka? Belum lagi ada 2 episode yang saya tonton di mana pembawa acaranya nyelonong masuk ke wilayah rumah orang tanpa ijin. Ini bisa jadi kasus perdata, lho!
 
Dan masih banyak lagi yang bisa mejelaskan bahwa acara ini adalah palsu belaka. Tuntutan deadline mungkin menjadi pertimbangan crew Termehek-mehek dalam menyajikan jalan cerita tentang pencarian seseorang yang sudah lama tidak bertemu. Ini tidak memungkinkan untuk mengejar masa deadline itu untuk mencari benar2 secara fakta, karena jika acara yang berdasarkan fakta sungguh sangat sulit mengejar keberhasilan dalam setiap skenarionya. Belum lagi tingkat keberhasilannya yang mungkin masih dipertanyakan.
 
Ada juga sebuah blog yang mengupas bahwa acara ini adalah pembodohan massal. Yang seharusnya sangat disayangkan hal ini berada di tengah masyarakat, pada masa prime time pula!
Sebelumnya saya pribadi sih, percaya kalau Termehek-mehek adalah sebuah reallity show yang unik. Yang menuntut remaja2 sekolah menutup buku belajar mereka, menuntut ibu2 rumah tangga untuk meninggalkan aktifitas di dapurnya, dll. Sampai kemarin mendapati tayangan Termehek-mehek yang sungguh2 di luar pemahaman saya.
 
Ada suatu skenario dimana seorang cewek mencari seorang cowok yang juga pacarnya untuk "dibantu"  crew Termehek-mehek dalam mencarinya. Yang membuat saya heran, ternyata setelah sosok Dito ini ketemu, yang tidak lain adalah temen yang sering main kesini. Entah siapa, lupa aku namanya. Yang jelas yang berperan sebagai Dito adalah teman sini yang dengar2 lagi ada di Jakarta. Sementara menurut versi Termehek-mehek, lokasi pencarian Dito ada di Madura, hufff...!
 
Ya sutralah, jika benar Termehek-mehek ini bukan relallity show, mengapa harus membodohi masyarakat? apakah kita sebagai orang yang mendambakan sebuah hiburan harus diperlakukan secara sepihak?
Gak tahulah, yang jelas jangan langsung men-judge sebuah acara televisi tanpa memperdulikan aspek2 lain didalamnya.
 
Tapi, terlepas reallity show atau bukan. Saya masih sering nonton acara ini. Bagi saya, masih ada hikmah dibalik rentetan skenario yang ada di Termehek-mehek. Bagaimana menurut Anda?
 
Sumber referensi:
  • http://mbot.multiply.com/journal/item/483
  • http://jurmansyah.net/index.php/Buletin-Studia/Termehek-mehek-Rekayasa.php
  • http://bennythegreat.wordpress.com/2009/02/09/termehek2-dan-pembodohan-massal/

  Blocking via DNS Filter Nawala
Artikel & Tips
Wednesday, 22 April 2009 03:57
Bagaimana mem-filter konten2 negatif melalui DNS filter? saat ini sudah ada Nawala Project. Sebuah layanan yang bebas digunakan oleh pengguna internet yang membutuhkan saringan konten negatif. Nawala Project secara spesifik akan memblokir jenis konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai dan norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi dan perjudian. Selain itu, Nawala Project juga akan memblokir situs Internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising dan sejenisnya.

Jangan takut, DNS Nawala juga menyaring Conficker. Jadi jangan tunggu lagi, segera gunakan DNS Nawala.


Dengan adanya blocking via DNS filter ini, diharapkan Indonesia bisa bersih dari akses2 negatif sekaligus bisa menghemat pengeluaran bandwith yang tidak berguna.

Mari bersama-sama berpartisipasi untuk mem-filter akses2 konten negatif, khususnya bagi anak2 kita. Caranya adalah cukup mengganti setting DNS server ke:

* 203.34.118.10 (primary)
* 203.34.118.12 (secondary)

Untuk panduan dokumen lebih lengkapnya bisa Anda baca di: http://awari.or.id/docs/

Apa dan Bagaimana Nawala Project Bekerja?

Konseptor, inisiator dan developer Nawala Project adalah Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI) yang didukung oleh komunitas non WARNET di milis DNS This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it dan sejumlah komunitas keamanan Internet. Policy black list ditentukan forum diskusi komunitas secara demokratis diantara para evaluator dengan memperhatikan etika, independensi serta integritas.

Sistem yang digunakan oleh Nawala Project sepenuhnya menggunakan sumber daya open source dan berjalan di atas sistem operasi Linux secara native. Saat ini sedang dibangun portal yang nantinya dapat diakses publik untuk mengenal Nawala Project, mengikuti perkembangan dan berpartisipasi aktif di dalamnya.

Sejumlah kemampuan tambahan seperti local resolver, anti phising site terus dikembangkan dan diperkuat. Terutama dengan meningkatkan upaya untuk menghasilkan kemampuan pengamanan yang lebih baik lagi. Untuk itu Nawala Project aktif mengupayakan kerjasama dengan pihak otoritas pengelolaan data dan sumber daya domain name lokal maupun Internasional.

Pada saat ini, Nawala Project masih dalam versi Beta namun telah memiliki koleksi black list hingga lebih dari 8 (delapan) juta alamat URL/URI yang setiap hari dilakukan update secara manual oleh volunteer dari seluruh Indonesia.

Pemanfaatan DNS Filtering untuk akses Internet massal seperti di instansi dan perkantoran, kampus, sekolah, RT/RW Net, WARNET dan HotSpot serta perorangan/individu akan efektif apabila admin menerapkan penutupan akses pada main gateway router untuk DNS query resolver (port 53 UDP) yang menuju ke arah selain layanan DNS Nawala Project. Sehingga pengguna akan dipaksa untuk hanya menggunakan layanan DNS query resolver dari Nawala Project ini.

Akhirnya, mari bersama-sama ciptakan akses internet yang aman dan bersih dengan memanfaatkan system open source ini.

Sumber rujukan:
http://www.awari.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=75&Itemid=1
http://www.pataka.net/2008/12/07/nawala-project-dns-filtering-indonesia/
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 6 of 11
Joomla Design

Joomla Design

make a beautifull joomla web template

$75*
Joomla Development

Joomla Development

design and building your web completed

$250*
Joomla Convert

Joomla Convert

convert (x)html + css into joomla template

$50*
Joomla Maintenance

Joomla Maintenance

maintenance your joomla web

$25*

Recent Blog

Latest Tweet