Suwahadi.Net

Joomla Freelance Web Design and Development

Facebook Lite
Tuesday, 13 October 2009 01:59

Facebook Lite akhirnya sudah bisa diakses (setelah sekian kali saya mencoba selalu redirect ke versi standard). Dengan versi Lite ini, Facebook memberikan layanan yang mudah di-akses, khususnya bagi Anda yang mendapatkan koneksi internet yang lemot.

Facebook Lite


Tertarik untuk mencobanya? Silahkan akses langsung: http://lite.facebook.com

  Facebook Diharamkan?
Saturday, 23 May 2009 13:36

Facebook Diharamkan?Sedikit terkejut saya membaca harian Jawapos hari ini. Ada berita menarik sekaligus mengejutkan bagi saya. Disana tertulis, "Bahtsul Masail Haramkan Facebook untuk Gosip dan PDKT".

Ouwh... apa benar? ternyata setelah saya selidiki (*haiah*) lewat media berita online, ternyata berita ini sudah banyak naik ke permukaan.

Yang sedikit membuat saya tidak percaya, mengapa harus diharamkan? apa ruginya Facebook, dan apa salahnya dia?

Kalau saya melihat dari sisi pribadi saya, Facebook merupakan sebuah media jejaring sosial yang paling populer saat ini. Dengan Facebook, saya berhasil menemukan teman2 lama saya. dari teman SD, teman kampung, teman SMP, teman SMA, teman kuliah, teman kerja, sampai teman2 lainnya yang jarang sekali saya bersua dengan mereka.

Apakah dugaan mereka bahwa situs ini sebagai ajang pedekate benar?

Saya malah menentang pendapat ini. Dari sekian teman2 Facebook saya, rata2 jarang sekali ada kejadian pedekate (saya bisa tahu karena aktivitas mereka akan langsung terekam di-wall saya). Toh, kalaupun ada frekuensinya gak sebanding dengan aktivitas lain yang lebih berguna dan dapat diterima.

Kebanyakan sih update status dengan kejadian saat ini, perasaan mereka tentang perasaan, mood, pekerjaan, dan lain2 yang saya kira masih bisa diterima dengan baik sebagai sebuah sarana dalam memper-erat Ukhuwah Islamiah dan Tali Silaturahim.

Pun kalau-pun dilarang, kenapa harus Facebook? kenapa nggak dari dulu?

Ya sutaralah, kalau semuanya mau di-kekang, haramkan saja internet. Biar jarang yang makan bandwith dan aktivitas berselancar saya sendirian makin mak wuzzz, hehehe... Cool

Bagaimana dengan Anda?

PS: Gambar diambil dari sini

Referensi:

  • http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=70754
  • http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/05/21/brk,20090521-177501,id.html
  Welcome, Ubuntu
Wednesday, 20 May 2009 03:50

Setelah sekian lama saya berkutat dengan Windows, akhirnya sukses juga mencoba Ubuntu.

Kelemahan OS "Jendela" itu yang akhirnya membuat saya harus mengambil langkah kongkret (*haiah*)  untuk pindah ke Ubuntu. Salah satu problem utama bagi saya pribadi adalah makin banyaknya varian virus baru yang menyerang Windows. Aktivitas 'pembersihan' virus yang melelahkan (sampai harus re-install OS) menjadi rutinitas yang begitu melehkan, hehehe... Laughing

Selain itu, ini juga imbas beberapa teman (terutama di Facebook) yang merekomendasikan untuk segera menggunakan Ubuntu. Thanks buat teman2 semua yang telah menggugah (sekaligus memaksa, hahaha...) hati saya.

Setelah unduh file iso Ubuntu (saat ini saya masih menggunakan Ubuntu 8.10), burn via CD Disk, partisi hardisk, installasi, akhirnya sukses juga mencicipi Open Source ini.

Ini sedikit screenshoot sebagai bukti laporan saya, hehehe...

Welcome, Ubuntu

Akhirnya, say "welcome to Ubuntu". Sampai jumpa di sesi Windows berikutnya... Cool

Thanks sangat, saya ucapkan buat Om Ruby yang telah dengan rela membimbing saya step-by-step dari proses awal sampai akhirnya bisa jalan dual OS: Ubuntu-Windows.

  Wolfram Alpha Launch
Sunday, 17 May 2009 04:07

Saat ini saya mencoba meng-akses Wolfram Alpha. Sebuah project revolusioner (saya menyebutnya demikian) karena benar2 sebuah system yang mampu lebih humanity. Yang juga di-gadang2 oleh banyak pihak akan mampu bersaing (atau bahkan mengganti) peran Google di ranah jagad maya.

Apa yang berbeda dari mesin pencari (search engine) lainnya yang sudah ada? jawabannya menurut saya pribadi adalah kemampuan Wolfram Alpha dalam mendefinisikan setiap input yang diberikan. Wolfram Alpha mampu menyajikan data yang begitu kompleks dengan langsung mengambil jawaban dari sumber2 terpercaya. Berbeda dengan system di search engine yang hanya mengoleksi link2 dari perintah yang kita input-kan tadi.

Dalam sebuah kasus, saya mencoba menelusuri berapakah GDP Indonesia? maka dengan menggunakan Wolfram Alpha, hasilnya bisa langsung diketahui. Lengkap dengan definisi data tersebut yang dikemas dengan format yang benar2 rapi dan unik. Bukan hanya itu, kemampuannya dalam mengolah perintah Matematika misalnya, sangat terukur dan ter-struktur dengan jelas. Silahkan coba Anda lihat hasil dari perintah ini.

Bagi saya, bukan hanya tingkat akurasi data yang membuat saya heboh, tetapi juga kemampuan mereka dalam meng-analogikan setiap proses dari soal yang diberikan secara terperinci. Jadi ingat, saya di SMA nggak masuk IPA gara2 nilai Kimia saya yang hancur, hehehe... Andaikata saya masih sekolah, mungkin nilai Kimia saya bisa lebih tertolong, hahaha.... Coba Anda lihat contoh definisi Kimia dari H2SO4 (sulfuric acid) di: http://www.wolframalpha.com/input/?i=H2SO4

Wow bukan...? Cool

Sayang, beberapa kali saya harus menahan diri dulu karena dalam tahap awal launching ini, Wolfram Alpha kadang terjadi overload. Kita tunggu saja kabarnya...

Referensi:

  • http://blog.wolframalpha.com/2009/05/15/live-from-champaign/
  • http://affanzbasalamah.wordpress.com/2009/05/16/wolfram-alpha-overload/
  • http://satukubik.com/2009/05/15/13-jam-lagi-wolframalpha/
  Termehek-Mehek, Is Not AReallity Show?
Sunday, 26 April 2009 04:29
Pernah pada tahu khan acara Termehek-mehek yang disiarkan TransTV tiap akhir pekan (hari Sabtu dan Minggu) itu? Itu merupakan salah satu acara favorit saya, selain kartun Spongebob itu tentunya hehehe... Termehek-mehek merupakan program acara  dengan rating share tertinggi dalam bidang reallity show. Tercatat juga pernah menjuarai Panasonic Award kemarin pada bidang yang sama.
 
Nah, satu hal yang perlu dipertanyakan, Apakah Termehek-mehek ini benar2 reallity show?
Sudah ada beberapa sumber yang dapat mengidikasikan bahwa acara tersebut adalah hanya sekedar skenario belaka.

Termehek Mehek adalah sebuah drama reality show di Trans TV. Acara ini menceritakan seseorang yang meminta dicarikan orang dikasihi dan disayanginya yang tiba-tiba hilang atau telah lama hilang kepada kru Trans TV. Acara ini disiarkan oleh Trans TV sejak tanggal 3 Mei 2008. Acara ini dibawakan oleh Mandala Abadi Soji dan Panda sebagai pembawa acara.

Termehek Mehek merupakan salah satu reality show dengan rating tertinggi. Namun menurut penelitian yang dilakukan Lembaga Studi Media Ampera, Termehek Mehek adalah salah satu reality show yang direkayasa.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Termehek_Mehek
 
Berikut beberapa kejangggalan yang menjadi pemberatan apakah acara ini benar2 reallity show:
 
1. Cara gampang untuk mengenali bahwa ini adalah rekayasa yaitu kamu perhatikan aja kualitas suara yang jernih ketika terjadi percakapan antara host, client dan target. Kalau memang si target benar-benar tidak tahu sebagaimana ekspresi mukanya yang seringkali berakting bingung ketika didatangi host, maka seharusnya kualitas suara mereka tidak sejernih yang kita dengar di TV. Kejernihan suara itu karena memang adanya chip untuk mikrofon yang biasanya dipasang di baju. Nah loh…

2. Kalau kamu jeli, ada wajah tokoh pada acara termehek-mehek yang juga sedang bermain sinetron meskipun hanya sebagai tokoh figuran. Lagipula, bila acara ini menyajikan kejadian sebenarnya, apa ada orang yang rela aibnya ditampilkan sedemikian rupa di TV? Kan sudah mendapat persetujuan dari semua pihak, mungkin itu kilahmu. Namanya juga dramatisasi Non, pastilah acara ini dihadirkan agar seolah-olah semuanya terlihat real. 
 
3. Hampir di setiap episode Termehek-mehek wajah-wajah orang yang terlibat dalam kasus ditampilkan jelas. Padahal seringkali kemunculan mereka dalam keadaan yang cukup pribadi (lagi marah-marah, atau jelas-jelas minta identitasnya dirahasiakan). Kok setelah acara itu tayang beberapa episode nggak pernah kedengeran adanya tuntutan 'pencemaran nama baik' ke pihak TransTV? Atau kalaupun kebetulan mereka semua belum melek hukum, sebegitu beranikah TransTV mengambil resiko kena tuntut dengan membiarkan kamera menyorot para tokoh di luar ijin mereka? Belum lagi ada 2 episode yang saya tonton di mana pembawa acaranya nyelonong masuk ke wilayah rumah orang tanpa ijin. Ini bisa jadi kasus perdata, lho!
 
Dan masih banyak lagi yang bisa mejelaskan bahwa acara ini adalah palsu belaka. Tuntutan deadline mungkin menjadi pertimbangan crew Termehek-mehek dalam menyajikan jalan cerita tentang pencarian seseorang yang sudah lama tidak bertemu. Ini tidak memungkinkan untuk mengejar masa deadline itu untuk mencari benar2 secara fakta, karena jika acara yang berdasarkan fakta sungguh sangat sulit mengejar keberhasilan dalam setiap skenarionya. Belum lagi tingkat keberhasilannya yang mungkin masih dipertanyakan.
 
Ada juga sebuah blog yang mengupas bahwa acara ini adalah pembodohan massal. Yang seharusnya sangat disayangkan hal ini berada di tengah masyarakat, pada masa prime time pula!
Sebelumnya saya pribadi sih, percaya kalau Termehek-mehek adalah sebuah reallity show yang unik. Yang menuntut remaja2 sekolah menutup buku belajar mereka, menuntut ibu2 rumah tangga untuk meninggalkan aktifitas di dapurnya, dll. Sampai kemarin mendapati tayangan Termehek-mehek yang sungguh2 di luar pemahaman saya.
 
Ada suatu skenario dimana seorang cewek mencari seorang cowok yang juga pacarnya untuk "dibantu"  crew Termehek-mehek dalam mencarinya. Yang membuat saya heran, ternyata setelah sosok Dito ini ketemu, yang tidak lain adalah temen yang sering main kesini. Entah siapa, lupa aku namanya. Yang jelas yang berperan sebagai Dito adalah teman sini yang dengar2 lagi ada di Jakarta. Sementara menurut versi Termehek-mehek, lokasi pencarian Dito ada di Madura, hufff...!
 
Ya sutralah, jika benar Termehek-mehek ini bukan relallity show, mengapa harus membodohi masyarakat? apakah kita sebagai orang yang mendambakan sebuah hiburan harus diperlakukan secara sepihak?
Gak tahulah, yang jelas jangan langsung men-judge sebuah acara televisi tanpa memperdulikan aspek2 lain didalamnya.
 
Tapi, terlepas reallity show atau bukan. Saya masih sering nonton acara ini. Bagi saya, masih ada hikmah dibalik rentetan skenario yang ada di Termehek-mehek. Bagaimana menurut Anda?
 
Sumber referensi:
  • http://mbot.multiply.com/journal/item/483
  • http://jurmansyah.net/index.php/Buletin-Studia/Termehek-mehek-Rekayasa.php
  • http://bennythegreat.wordpress.com/2009/02/09/termehek2-dan-pembodohan-massal/

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

Page 1 of 9

Latest Tweet