Mendownload Video pada YouTube
|
Wednesday, 10 January 2007 07:00 |
|
Mungkin Anda adalah seorang yang sangat tertarik untuk menonton video-video yang ada pada YouTube. Pernahkah Anda berpikir untuk mengambil/mendownload video-video tersebut ? Ehm... Berikut step-stepnya. 1. Buka aplikasi Mozilla Firefox (karena langkah berikut hanya dapat dijalankan dengan browser Mozilla Firefox) 2. Install Greasemonkey. File extension Mozilla Firefox yang digunakan untuk proses download (jika muncul peringatan, klik option > allow, kemudian klik install sekali lagi)
3. Restart Mozilla Firefox Anda. Pastikan Greasemonkey sudah ter-install pada Firefox (dapat terlihat pada pojok kanan bawah, berlogo kepala monyet) 
4. Masuklah ke YouTube kemudian pilih/browse sebuah video yang akan didownload 5. copy-lah link/alamat dari YouTube yang mengandung video 6. Masuk ke VideoDl dan paste-kan link yang mengandung video YouTube tadi pada input box VideoDl 7. Klik tombol 'Get It' 8. Klik 'Download Link' untuk mendownload-nya (pastikan format file adalah *.FLV)
9. Untuk memainkannya, Anda diharuskan untuk men-download aplikasi 'FLV Player' 10. Selamat mencoba ... |
Stop, Flash Intro !
|
Tuesday, 09 January 2007 07:00 |
|
Sudah banyak riset yang menyebutkan tidak efektifnya Flash intro dalam sebuah situs web. Namun, beberapa kali saya browsing situs web perusahaan Indonesia, masih banyak yang menggunakan intro ini. Flash Intro adalah sebuah pembukaan dalam bentuk Flash yang menyapa kita setiap kali kita membuka sebuah situs web. Bagi kebanyakan pengunjung, hal ini menjengkelkan.
Pertama, situs tersebut memaksa pengunjung untuk menginstall Flash player (jika browsernya belum dilengkapi dengan tool itu).
Kedua, pengunjung dipaksa melihat intro tersebut setiap kali masuk ke situs tersebut. Memang intro itu bisa diabaikan (skip), tetapi pengunjung tetap harus berjuang ekstra untuk mengklik tombol skip.
Sayang, kejengkelan pengunjung ini masih saja diabaikan oleh banyak pemilik situs, terutama situs korporat.
Ketika seorang rekan akan membangun situs korporatnya, dengan bersemangat ia menceritakan pentingnya flash intro. “Dengan flash intro ini, tema situs web dan promo yang sedang dilakukan segera terlihat oleh pengunjung begitu membuka situs web,”katanya.
Jika saja disampaikan tiga tahun lalu, argumen itu tidak mengejutkan saya. Tapi sekarang? Di saat banyak riset menunjukkan flash intro adalah barang yang mengganggu? Oh my God. Saya terpaksa tulis ulang hal ini.
Pada November 2003 Marketing Sherpa menunjukkan hasil survei yang saat itu terasa mengejutkan, yaitu 80% konsumen membenci flash intro. Sebanyak 579 responden memberikan komentarnya, dan sebagian besar merasa flash intro adalah sesuatu yang mengganggu dan menghambat mereka untuk mendapatkan langsung informasi yang mereka perlukan.
Lalu sebagai solusinya? Banyak situs web menawarkan pilihan “Skip Intro”. Ini jelas solusi “maksa”. Kalau memang intro ini harus di-skip, lalu untuk apa intro ini dibuat dengan susah-payah? Apalagi faktanya: skip intro adalah button yang paling banyak diklik oleh pengguna Internet.
Padahal jika tujuannya adalah supaya mudah dilihat oleh pengunjung, banyak solusinya. Antara lain dengan layout dan navigasi yang benar. Tetapi tampaknya banyak pemilik situs web yang malas memikirkan cara yang lebih disukai oleh pengunjung. Mereka lebih memilih pendekatan marketing tradisional: seolah-olah pengunjung web bisa dibombardir iklan seperti di teve. Siapa sih yang suka melihat iklan yang sama berulang-ulang di teve? Hal yang sama bisa ditanyakan di web: siapa sih yang suka melihat flash intro yang sama berulang-ulang?
Pengunjung situs web biasanya tidak sabar ketika mereka melakukan browsing. “Tidak peduli betapa kerennya sebuah situs web, bila user merasa tidak praktis mereka akan pindah ke situs kompetitor,” kata Theresa Cunnington, senior usability consultant pada iFocus seperti yang dikutip dari InfoWorld. Dalam hal ini flash intro adalah contoh yang paling tidak disukai pengunjung ketika berkunjung ke situs web. “Flash animations are an obvious, yet stellar, example of what users hate in a Web site; the skip intro button is the most used button on the Internet.”
Sangat jelas bukan? Jadi, mengapa masih bandel juga bikin flash intro yang menghalangi pengunjung masuk ke situs kita?
Source: Nukman Luthfie Blog
|
Mematikan Servis AutoRun padaCD-ROM
|
Saturday, 11 November 2006 04:49 |
 Disabled AutoRun Ketika kita memasukkan CD ke dalam CD-ROM, maka aplikasi dari AutoRun akan langsung aktif secara otomatis.Kita dapat mematikan servis dari Auto Run tersebut. Berikut adalah langka-langkah nya : Masuk ke Run > Regedit Kemudian cari:
HKEY_LOCAL_MACHINE>SYSTEM>CurrentControlSet>Services>CDROM Pada bagian window sebelah kanan, klik dua kali di ikon Auto Run. Ganti nilai satu (1) dengan angka nol (0), kemudian klik OK dan tutup Regedit kemudian restart komputer Anda. Semoga bisa membantu... |
Menghilangkan Top Bar PadaBlogger
|
Saturday, 21 October 2006 11:38 |
 Blogger Mungkin Anda sudah terbiasa menggunakan blog, dari sekian banyak blog, Blogger-lah yang sering dipakai oleh banyak netter di Indonesia.Berikut ini saya akan memberikan script untuk menghilangkan top bar (yang sebagian orang bilang sangat mengganggu). Silahkan anda menyisipkan script diantara …
<style type=”text/css”> #b-navbar {height:0px;visibility:hidden;display:none} body {margin-top: 32px !important} </style> Semoga membantu.
|
Membuat Aplikasi 'Terbilang'pada VB6
|
Saturday, 09 September 2006 07:00 |
 Visual Basic 6.0
Function Num2Word(ByVal n As Currency) As String 'max 2.147.483.647 Dim satuan As Variant satuan = Array("", "Satu", "Dua", "Tiga", "Empat", "Lima", "Enam", "Tujuh", "Delapan", "Sembilan", "Sepuluh", "Sebelas") Select Case n 'keadaan Case 0 To 11 Num2Word = " " + satuan(Fix(n)) Case 12 To 19 Num2Word = Num2Word(n Mod 10) + " Belas" Case 20 To 99 Num2Word = Num2Word(Fix(n / 10)) + " Puluh" + Num2Word(n Mod 10) Case 100 To 199 Num2Word = " Seratus" + Num2Word(n - 100) Case 200 To 999 Num2Word = Num2Word(Fix(n / 100)) + " Ratus" + Num2Word(n Mod 100) Case 1000 To 1999 Num2Word = " Seribu" + Num2Word(n - 1000) Case 2000 To 999999 Num2Word = Num2Word(Fix(n / 1000)) + " Ribu" + Num2Word(n Mod 1000) Case 1000000 To 999999999 Num2Word = Num2Word(Fix(n / 1000000)) + " Juta" + Num2Word(n Mod 1000000) Case Else Num2Word = Num2Word(Fix(n / 1000000000)) + " Milyar" + Num2Word(n Mod 1000000000) End Select End Function Private Sub Text1_Change() On Error Resume Next If Text1.Text <> "" Then Label1.Caption = Num2Word(Text1.Text) + " Rupiah" Else Label1.Caption = "" End If End Sub
|
|
|