|
Sudah banyak riset yang menyebutkan tidak efektifnya Flash intro dalam sebuah situs web. Namun, beberapa kali saya browsing situs web perusahaan Indonesia, masih banyak yang menggunakan intro ini. Flash Intro adalah sebuah pembukaan dalam bentuk Flash yang menyapa kita setiap kali kita membuka sebuah situs web. Bagi kebanyakan pengunjung, hal ini menjengkelkan.
Pertama, situs tersebut memaksa pengunjung untuk menginstall Flash player (jika browsernya belum dilengkapi dengan tool itu).
Kedua, pengunjung dipaksa melihat intro tersebut setiap kali masuk ke situs tersebut. Memang intro itu bisa diabaikan (skip), tetapi pengunjung tetap harus berjuang ekstra untuk mengklik tombol skip.
Sayang, kejengkelan pengunjung ini masih saja diabaikan oleh banyak pemilik situs, terutama situs korporat.
Ketika seorang rekan akan membangun situs korporatnya, dengan bersemangat ia menceritakan pentingnya flash intro. “Dengan flash intro ini, tema situs web dan promo yang sedang dilakukan segera terlihat oleh pengunjung begitu membuka situs web,”katanya.
Jika saja disampaikan tiga tahun lalu, argumen itu tidak mengejutkan saya. Tapi sekarang? Di saat banyak riset menunjukkan flash intro adalah barang yang mengganggu? Oh my God. Saya terpaksa tulis ulang hal ini.
Pada November 2003 Marketing Sherpa menunjukkan hasil survei yang saat itu terasa mengejutkan, yaitu 80% konsumen membenci flash intro. Sebanyak 579 responden memberikan komentarnya, dan sebagian besar merasa flash intro adalah sesuatu yang mengganggu dan menghambat mereka untuk mendapatkan langsung informasi yang mereka perlukan.
Lalu sebagai solusinya? Banyak situs web menawarkan pilihan “Skip Intro”. Ini jelas solusi “maksa”. Kalau memang intro ini harus di-skip, lalu untuk apa intro ini dibuat dengan susah-payah? Apalagi faktanya: skip intro adalah button yang paling banyak diklik oleh pengguna Internet.
Padahal jika tujuannya adalah supaya mudah dilihat oleh pengunjung, banyak solusinya. Antara lain dengan layout dan navigasi yang benar. Tetapi tampaknya banyak pemilik situs web yang malas memikirkan cara yang lebih disukai oleh pengunjung. Mereka lebih memilih pendekatan marketing tradisional: seolah-olah pengunjung web bisa dibombardir iklan seperti di teve. Siapa sih yang suka melihat iklan yang sama berulang-ulang di teve? Hal yang sama bisa ditanyakan di web: siapa sih yang suka melihat flash intro yang sama berulang-ulang?
Pengunjung situs web biasanya tidak sabar ketika mereka melakukan browsing. “Tidak peduli betapa kerennya sebuah situs web, bila user merasa tidak praktis mereka akan pindah ke situs kompetitor,” kata Theresa Cunnington, senior usability consultant pada iFocus seperti yang dikutip dari InfoWorld. Dalam hal ini flash intro adalah contoh yang paling tidak disukai pengunjung ketika berkunjung ke situs web. “Flash animations are an obvious, yet stellar, example of what users hate in a Web site; the skip intro button is the most used button on the Internet.”
Sangat jelas bukan? Jadi, mengapa masih bandel juga bikin flash intro yang menghalangi pengunjung masuk ke situs kita?
Source: Nukman Luthfie Blog
 |